Lurah Nan Tigo Panen Perdana Pisang Kepok Tanjung

By Kabupaten Solok 07 Feb 2020, 16:44:06 WIBEkonomi Kerakyatan

Lurah Nan Tigo Panen Perdana Pisang Kepok Tanjung

Keterangan Gambar : Lurah Nan Tigo Panen Perdana Pisang Kepok Tanjung


 

            (Arosuka)-Kominfo. Setelah menunggu beberapa bulan belakangan, akhirnya Kelompok Tani Serba Usaha di Jorong Tigo Lurah Nan Tigo Nagari Selayo, dapat memanen hasil kerjanya, yaitu pisang kepok tanjung, yang digadang-gadang akan menjadi komoditas ekspor dari Kabupaten Solok. Panen perdana ini dilaksanakan dengan sangat meriah, dan dihadiri langsung oleh Bupati Solok H. Gusmal, SE, MM, di Lahan Kelompok Tani Serba Usaha, pada Kamis (06/02). Turut hadir Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian Dr. Ir. Liferdi, Deputi Direktur Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Gunawan Wijaksono, Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Sumbar Dr. Ir. Hardianto,MSc, Kepala Balai Penelitian Tanaman Buah Sumani Dr. Ir. Ellina Mansyah, MP, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok Si Is, SP, Camat Kubung Ricky Carnova, S.STP, para Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok, Forkopimda Kabupaten Solok, serta Kelompok Tani Serba Usaha Jorong Lurah Nan Tigo Selayo.

Dr. Ir. Ellina Mansyah, MP selaku pelaksana kegiatan menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan panen perdana, sekaligus mempromosikan pisang kepok tanjung sebagai komoditi ekspor, yang nantinya dapat mendukung hasil komoditi tiga kali lipat, dari ekspor yang telah ada. Untuk selanjutnya, akan dilaksanakan pendistribusian benih pisang kepok tanjung, untuk perluasan area, serta untuk meningkatkan sinergi antara institusi di dalam dan luar Kementerian Pertanian dengan pemerintah daerah dan swasta. Eliina juga menyampaikan, kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Badan Peneliti Tanaman Buah, Pemda Kabupaten Solok dan Bank Indonesia, dengan jumlah undangan 350 orang, yang terdiri dari para peneliti, penyuluh, jajaran Pemda Kabupaten Solok, pihak swasta, tokoh masyarakat dan kelompok tani . “Pisang merupakan komoditas peringkat pertama dari 13 komoditas holtikultura yang menjadi fokus pengembangan andalan kementerian pertanian. Kita memilih Selayo sebagai sentral pengembangan pisang, karena disini memiliki kelompok tani cukup aktif yaitu kelompok tani serba usaha, serta memiliki lahan yang cukup luas”, jelas Elliana. Lebih lanjut Elliana juga menyebutkan bahwa, penanaman pisang kepok tanjung di daerah selayo, sudah di mulai sejak tahun 2017 yang lalu, dan sudah ditanami lebih dari 1800 populasi pisang kepok tanjung. “Kemudian kita juga sudah ada pembibitan benih pisang kepok tanjung, dan sudah dipasarkan sampai ke Kalimantan, Banten hingga Aceh”, imbuh Elliana diakhir sambutannya.

Bantuan Sosial dari Bank Indonesia untuk Kelompok Tani Serba Usaha

Pada kesempatan yang sama, Perwakilan Direktur BI Sumbar Gunawan Wijaksono juga memberikan bantuan sosial dari Bank Indonesia Provinsi Sumbar, kepada Kelompok Tani Serba Usaha, yang diberikan berupa saung, musholla, toilet, serta instalasi air. Gunawan menjelaskan, program bantuan sosial Bank Indonesia adalah wujud kepedulian dan tanggungjawab Sosial Bank Indonesia, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. “Kami menilai kelompok tani serba usaha ini, memiliki potensi yang sangat tinggi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya Kabupaten Solok. Kami berharap dengan pemberian bantuan ini, dapat meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok tani”, ujar Gunawan.

 “Saya ucapkan terimakasih kepada Pemda Kabupaten Solok, Dirut Bank Indonesia serta semua pihak yang terlibat atas terselengaranya kegiatan ini”, ungkap Dr.Ir Hardianto, MSc selaku Sekretaris Balitbangtang. Hardianto menilai bahwa, kegiatan ini sangat penting, dalam upaya memperkuat swasembada ekspor buah, untuk mewujudkan kedaulatan pangan secara berkelanjutan. Swasembada dan ekspor buah harus mampu diterapkan, dengan tujuan mencapai peningkatan nyata, dalam mendukung program utama Kementerian Pertanian, yaitu “gerakan peningkatan ekspor tiga kali lipat”. Pasalnya, pisang kepok tanjung sangat berpotensi untuk ekspor produk olahan, dan pemasarannyapun terbuka luas di wilayah Indonesia. Hardianto juga menyebutkan bahwa, Peran BPP Kabupaten dan Provinsi sangat penting dalam pembinaan dan transfer teknologi kepada masyarakat. Maka dari itu, kerjasama semua pihak terkait dipusat dan daerah, sangat menentukan keberhasilan program pengembangan pisang nasional.

Bupati Solok saat menyampaikan sambutannya

Selaku Kepala Daerah Kabupaten Solok, Bupati berterima kasih dan mengapresiasi pada Kementerian Pertanian, Balai Penelitian Tanaman Buah, Bank Indonesia dan semua pihak yang ikut mendukung dalam mensukseskan kegiatan ini. “Saya minta kepada Dinas Pertanian untuk membangun kerjasama yang dinamis dengan Balitbangtan, dalam membuat sebuah kawasan pengembangan komoditas pertanian di Kabupaten Solok”, ujar Bupati. Dinas Pertanian juga harus berperan aktif dalam membangun kerja sama dengan semua pihak demi terwujudnya pengembangan komoditas pertanian yang unggul di Kabupaten Solok. Selain itu, Bupati juga meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Solok, untuk mengembangkan pisang kepok tanjung di daerah masing-masing, dengan demikian diharapkan Kabupaten Solok mampu menjadi penghasil pisang kepok tanjung terkenal di Indonesia, sekaligus menjadi kawasan agrowisata. (admin)

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment