Sosialisasi Perda Pemprov Sumbar Kunjungi Kabupaten Solok

By Kabupaten Solok 13 Okt 2020, 13:39:05 WIBPemerintahan

Sosialisasi Perda Pemprov Sumbar Kunjungi Kabupaten Solok

Keterangan Gambar : Sosialisasi Perda Pemprov Sumbar Kunjungi Kabupaten Solok


 

(Arosuka)-Kominfo. Pemerintah Daerah Sumatera Barat mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 06 tahun 2020 mengenai Adab Kebiasaan Baru (AKB) sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19, ke Kabupaten Solok yang diadakan di Guest House Arosuka pada Selasa (6/10). Kunjungan ini disambut baik oleh Bupati Solok H. Gusmal, SE. MM. Tim sosialisasi ini diketuai oleh Wakil Rektor III Unand selaku Ketua Tim Sosialisasi Wilayah III Insannul Kamil bersama rombongan. Turut hadir Perwakilan Danrem 032, Kapolres Solok Arosuka AKBP Azhar Nugroho, Perwakilan Dandim 0309, Perwakilan Kejari Solok, serta para Kepala SKPD terkait.

Insannul Kamil, selaku ketua tim pengendalian dan pencegahan Covid-19 wilayah III Sumatera Barat menyampaikan bahwa pandemi dalam skala seperti ini harus dikendalikan dalam bentuk sebuah regulasi seperti Perda. Perda tersebut dibuat dengan tujuan untuk melindungi masyarakat dari Covid-19, serta faktor resiko kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat, dan melindungi masyarakat dari dampak Covid-19. Selain itu juga untuk mewujudkan kesadaran bersama dalam rangka mencegah dan mengendalikan penularan Covid-19 di daerah dengan melibatkan peran aktif masyarakat. Lebih lanjut Perda ini diharapkan sebagai sarana untuk memberikan kepastian hukum pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 bagi aparatur pemerintah daerah kab/kota, dan penanggung jawab kegiatan/usaha serta masyarakat.

“Ternyata tidak cukup dengan penerapan PSBB beberapa waktu yang lalu, sehingga hari ini 4 kabupaten / kota menjadi status red zona yakni Kota Padang, Kota Sawahlunto, Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Agam. Kita tidak berharap bertambah, tapi kecendrungan bertambah, persoalannya ketidakdisiplinan masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid -19”, ujar Insannul Kamil.

Berdasarkan kecenderungan masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan, pengalaman penerapan PSBB tidak cukup membuat situasi pandemi yang dihadapi membaik. Oleh karena itu,  maka dibuatlah Perda ini untuk lebih mendisiplinkan perilaku masyarakat dan pemberian sanksi serta tindak pidana kepada pelanggar Perda. Adapun Sanksi administrasi pelanggaran bagi perorangan  yaitu sanksi pertama teguran lisan, kedua teguran tertulis, ketiga kerja sosial membersihkan fasilitas umum, keempat denda administrasi sebesar Rp. 100.000,- , dan yang kelima daya paksa polisional. Sedangkan, untuk sanksi pidana yaitu ; Setiap orang yang melanggar kewajiban mengunakan masker sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 huruf d angka 2 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 hari atau denda paling banyak Rp. 250.000,-. Tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat 1 hanya dapat dikarenakan apabila saksi administrasi yang telah dijatuhkan tidak dipatuhi atau pelanggaran dilakukan lebih dari satu kali. Tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat 1 adalah pelanggaran.

Kemudian sanksi administrasi pelanggaran bagi penanggung jawab kegiatan/usaha   adalah berupa teguran lisan, teguran tertulis, pembubaran kegiatan, penghentian sementara kegiatan/usaha, pembekuan sementara izin usaha, pencabutan izin usaha, denda administrasi sebesar Rp. 500.000,-. serta Sanksi pidana pelanggaran bagi penanggung jawab kegiatatan/usaha. Bagi setiap penanggung jawab kegiatan/usaha yang melanggar kewajiban penerapan perilaku disiplin protokol kesehatan dalam melaksanakan kegiatan/usaha dan aktivitas lainya. Tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat 1 hanya dapat dikarenakan apabila sanksi administrasi yang telah dijatuhkan tidak dipatuhi atau pelanggaran dilakukan lebih dari satu kali. Tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat 1 adalah pelanggaran.

Bupati Solok, dalam sambutannya menyampaikan bahwa wilayah Kabupaten Solok sangat luas terdiri dari 14 Kecamatan, 74 Nagari dan 413 Jorong sehingga pengendalian Covid-19 memang agak krusial. Hingga saat ini, di Kabupaten Solok sudah terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 154 orang, lima orang diantaranya sudah meninggal 3 orang meninggal di masa PSBB, dan 2 orang meninggal baru-baru ini. Kemudian yang masih dirawat sekitar 8 orang di rumah sakit yang berbeda, ada yang di Rumah Sakit M. Natsir, ada yang di RSUD Arosuka. Bupati juga menyebutkan bahwa, ada juga  pasien yang dikarantina mandiri. Saat masa PSBB lalu, hanya ada 8 orang yang terkonfirmasi positif, akan tetapi saat masa new normal sampai saat ini sudah terkonfirmasi sebanyak 154 orang.

“Kesimpulan sementara masyarakat kita masih bandel, tidak disiplin, tidak patuh dan tidak mau mendengar ajakan pemerintah. Setiap hari petugas kami perintahkan ke lapangan untuk mensosialisakan protokol kesehatan. Kuncinya memang benar masyarakat baru melaksanakan apabila ada sanksinya, sekarang sanksinya sudah ada dari propinsi Sumatera Barat pada Perda Nomor 06 Tahun 2020 tentang AKB.” ujar Gusmal.

Perda ini akan berlaku setelah 7 hari disosialisasikan. Pemerintah Kabupaten Solok sudah menyerukan Perda tersebut, meskipun belum mempunyai nomor, sejalan dengan Peraturan Bupati nomor 44 tahun 2020.  Setelah disosialisasikan, Perda tersebut akan ditindaklanjuti sesuai dengan aturan. Bupati berharap dengan adanya Perda ini masyarakat Kabupaten Solok bisa lebih mematuhi dan disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. Kegiatan sosialisasi tersebut dilanjutkan dengan sosialisasi turun kejalan, yakni dengan memakaikan masker kepada pengguna jalan umum, khususnya bagi pengendara yang tidak memakai masker. (admin)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment